Purwokerto – Dr. Tutuk Ningsih, M.Pd dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan dan diberi gelar Profesor. Sidang senat terbuka yang digelar pada Senin (27/06), secara blended system yaitu selain dihadiri oleh segenap tamu undangan terbatas di Auditorium UIN SAIZU juga disiarkan secara langsung (live) melalui kanal resmi UIN SAIZU seperti Youtube dan Instagram.

Pengukuhan dilakukan oleh Rektor UIN SAIZU, Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M. Ag. dan disaksikan oleh segenap tamu undangan yaitu sejumlah civitas akademika UIN SAIZU, para pimpinan perguruan tinggi, pimpinan ormas Islam, sejumlah pejabat sipil di wilayah Banyumas, serta dihadiri pula oleh kerabat dekat Prof. Dr. Tutuk Ningsih, M.Pd.

Dalam pengantarnya, Ketua Senat UIN SAIZU yang diwakili oleh Prof. Dr. Abdul Basit, M.Ag., menyampaikan apresiasinya pada Prof. Tutuk yang telah berhasil menuai hasil dari kerja keras dan keistiqamahannya dalam belajar serta menempuh kerja intelektual sehingga mampu mencapai jenjang tertinggi dari jabatan fungsional dosen, yaitu sebagai Guru Besar.

“Sebagai seorang pakar dalam bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan, Prof. Tutuk merupakan figur yang sangat tekun dan kreatif mengembangkan metode serta pendekatan dalam sosiologi pendidikan,” tuturnya.

Pada sambutannya, Rektor UIN SAIZU, Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M. Ag. menyampaikan harapan pada Prof. Tutuk agar dapat memaksimalkan perannya dalam kemaslahatan dan kemanfaatan untuk umat, baik peran secara individual (fardiy) maupun secara kolektif (jama’iy) setelah dikukuhkan menjadi Guru Besar.

“Kewajiban sosial-akademik pertama Prof. Tutuk bersama segenap Guru Besar UIN SAIZU lainnya adalah menularkan ‘virus guru besar’ pada para  dosen UIN SAIZU yang lain. Akselerasi Guru Besar di UIN SAIZU terus digelorakan dengan semangat dan slogan ‘semua dosen UIN idealnya bergelar doktor dan yang sudah (bergelar,red.) doktor belum akan pensiun sebelum menjadi profesor’. Semoga diijabah Allah Swt.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *